PEMBERITAHUAN: Mohon Maaf, jika anda mengunjungi website kami dari Google dan anda diarahkan ke halaman utama [home], dan tidak menemukan informasi yang anda cari, TENANG, tulisan yang anda cari ada di website kami. 
Silahkan ketik menggunakan kata kunci di penelusuran website kami [pojok kanan atas]. Kami barusaja melakukan perubahan link saja untuk lebih baik lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamananya, Salam Gowes! :-)

Sejarah Sepeda Listrik

Sejarah Sepeda Listrik


ReviewSepeda.com | Sejarah sepeda Listrik | Sepeda motor listrik adalah kendaraan tanpa bahan bakar minyak yang digerakkan oleh dinamo dan akumulator. Seiring dengan mencuatnya masalah pemanasan global dan kelangkaan BBM maka kini produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan hibrida, dan sepeda motor listrik termasuk salah satu di dalamnya.

Sampai sekarang di Indonesia telah tersedia tipe dengan kecepatan 60 km/jam, dilengkapi rem cakram, lampu penerangan dekat dan jauh, lampu sein, lampu rem serta klakson.

Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan menegaskan kendaraan ini tidak memerlukan STNK. Disamping itu, Dinas Perhubungan menambahkan pernyataan juga tidak diperlukannya BPKB.

Bukan rahasia umum lagi hampir seluruh perusahaan pembuat mobil terkemuka didunia berlomba menciptakan kendaraan dengan sumber tenaga alternatif. Selain Bensin, ada Fuel Cell atau kombinasi Dry Cell dan Fossil Fuel yang biasa kita dengar dengan nama Kendaraan Hybrid.

Sebenarnya riset dan pengembangan EV ( Electric Vehicle ) sebagai pengganti Bensin telah dimulai pada tahun 1990 an, namun masih belum dapat menembus pasar mobil bensin karena harganya yang relative mahal.

Dari berbagai jenis kendaraan listrik yang pernah dikembangkan, ternyata sepeda motor listriklah yang paling sukses dikembangkan dan disosialisasikan, terutama di Amerika, Eropa, Cina dan Jepang.

Dinegara negara tersebut, pemakaian sepeda motor listrik telah sangat meluas, mulai dari kendaraan di dalam kompleks, kendaraan kerja, sekolah, hingga instansi.

Pasalnya kendaraan ini dapat menghemat biaya, lebih murah, dan ramah lingkungan serta super irit.

Bahkan penjualan sepeda motor listrik di negara negara tersebut di tahun tahun sebelumnya telah menunjukkan trend yang terus meningkat. Namun motor ini sosoknya lebih pas disebut sebagai Sepeda Listrik yang memiliki Accu kering yang dapat menyimpan energi listrik yang dapat menggerakan Dinamo yang ada di Sepeda Listrik tsb.

Sumber Tenaga

Secara umum sumber tenaga sebuah sepeda motor hibrida adalah akumulator, tapi perkembangan dalam sel bahan bakar menyebabkan terciptanya beberapa prototipe menggunakannya. Beberapa contoh misalnya ENV dari Intelligent Energy memanfaatkan proses Fuel Cell hidrogen, pada Honda teknologi ini diberi nama Honda FC Stack, dan FC-AQEL[2] pada Yamaha. Terdapat pula sepeda motor listrik-hibrida berbahan bakar yang sedang dikembangkan. Contoh jenis ini misalnya adalah Ecycle, dan Gen-RYU[3] dari Yamaha. .

Dan kini banyak dilakukan inovasi dan terobosan baru dalam menciptakan jenis baterai sebagai sumber energi yang dapat menunjang jarak tempuh kendaraan ini.
Kinerja kendaraan

Jarak tempuh terjauh yang dapat dicapai oleh sepeda motor listrik di Indonesia pun telah meningkat secara signifikan menjadi 80km dan untuk jarak tempuh sedemikian hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 900.[4] Sedang untuk jalan menaik kendaraan mampu naik dengan sudut kemiringan sampai 30 derajat. Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh akumulator adalah 8 jam dan akumulator dapat diisi kapan saja tanpa menunggu habis. Dan ini semua terus bergulir seperti yg terangkum dalam uraian sejarah di bawah ini.

Sepeda motor listrik ini dapat dipakai melewati jalan yang tergenang air atau dicuci, yang terpenting dinamo tidak tergenang air.

Sejarah Sepeda Listrik


Akhir 1860: Referensi pertama tentang sepeda motor listrik dipatenkan.

1911: Menurut Popular Mechanics article sepeda motor listrik telah tersedia.

1920: Perusahaan Ransomes, pembuat forklift, meneliti penggunaan motor bertenaga listrik.

1941: Krisis bahan bakar di Eropa mendorong perusahaan Socovel dari Austrian membuat sepeda motor listrik kecil. Saat itu kendaraan yang dibuat berjumlah sekitar 400 buah.

1946: Terinspirasi oleh kelangkaan BBM dari masa Perang Dunia II, Merle Williams menciptakan kendaraan listrik pertamanya. Kemudian beliau mulai memproduksi kendaraan ini di garasi rumah dan bisnis ini terus bergulir hingga akhirnya menjadi Perusahaan dengan nama Marketeer.

1967: Sepeda motor listrik bertenaga surya pertama berhasil dibuat oleh Karl Kordesch.

1967: Sepeda motor listrik bertenaga ringan dengan nama "Papoose" dibuat oleh sebuah pabrik sepeda motor suku Indian di Springfield , Massachusetts, dibawah pengarahan Flyod Clymer.

1973: Mike Corbin membuat sepeda motor listrik pertamanya dengan rekor kecepatan 162km/jam.

1974: Corbin-Gentry Inc. memulai penjualan sepeda motor listrik secara legal.

1978: Harley Davidson MK2 bertenaga listrik dibuat oleh Transitron di Honolulu, Hawaii.

1988: Eyeball Engineering membuat sepeda motor listrik KawaSHOCKi and produk ini menghiasi majalah-majalah utama saat itu.

Akhir 1990: Scott Cronk dan EMB membuat sepeda motor listrik dengan nama EMB Lectra VR24. Pelopor untuk jenis variable reluctance motors (VR) dan dijual secara resmi.

2000: Killacycle mencatat rekor 244.62 km/jam pada Woodburn Drags 2000, OR.

2004: Tanggal 24 August Honda membuat sebuah percontohan motor hibrida 50cc yang diberi nama Honda Numo. Percontohan ini membawa Honda selangkah lebih dekat kepada jenis sepeda motor hibrida yang dapat diproduksi secara massal.

2006: Titik balik penting dalam perkembangan kendaraan listrik dengan diangkatnya sebuah skandal otomotif dunia ke layar lebar: "Who Killed The Electric Car".

2007: Sebuah tonggak bersejarah bagi negara Indonesia, Komunitas Kendaraan Listrik telah terbentuk, mendahului komunitas serupa di negara-negara tetangga kita.

2007: Melalui Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman, dan Kabag Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Giri Purwanto, Pemerintah Indonesia pertama kali mengemukakan pendapat kepada media mengenai keberadaan kendaraan listrik.

2007: Killacycle membuat sebuah sepeda motor listrik bertenaga Li-Ion dan dengan kecepatan 250.7km/jam di Phoenix, AZ pada AHDRA 2007.

2008: Sebagai komponen utama dari kendaraan listrik, maka prototype Super Charge Ion Battery (SCiB) dari Toshiba merupakan terobosan yang luar biasa. Baterai ini memiliki kemampuan isi ulang di bawah 5 menit serta memiliki umur pakai sampai 10 tahun!

2008: Sepeda motor listrik TTX01 muncul di Birmingham International Motor Show dengan kemampuan mencapai 60 mph hanya dalam waktu 3.5 detik.

2010: Kendaraan Listrik memecahkan rekor baru, yaitu untuk pertama kalinya kendaraan ini berhasil menempuh 624 mil hanya dengan satu kali charging/isi baterai.

2008: Dr. Surajit Sengupta mengemukakan teknologi Superlattice yang memungkinkan baterai memiliki kapasitas dua kali lipat.

2010: Setelah tiga tahun di Indonesia, akhirnya pemerintah membuka mata atas kontribusi kendaraan listrik. Melalui Kepala Sub Direktorat Sarana Angkutan Jalan Direktorat LLAJ Kementrian Perhubungan, Ir M Tansil, mengusulkan sepeda listrik sebagai pengganti kendaraan roda dua atau motor.

2011: Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyatakan PLN mencari satu pulau yang bisa dijadikan tempat uji coba kendaraan listrik tersebut. Jadi, satu pulau 100 persen memakai kendaraan listrik.

January 2012: Diluncurkan film yang merupakan sequel dari "Who Killed The Electric Car" di tahun 2012

Maret 2012: Pemerintah Indonesia Godok Mobil Listrik Nasional.

Mei 2012: Presiden Ingin Riset Mobil Listrik Dikembangkan

Juli 2012: PLN akan menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik di Jakarta & Bandung.

Juli 2012: PLN akan merilis 1000 sepeda motor listrik lokal.

September 2012: Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sebentar lagi akan mengeluarkan paket insentif kepada kendaraan low cost and green car (LCGC) dan emisi karbon rendah untuk Indonesia. Selain kendaraan murah ramah lingkungan, mobil listrik, hybrid, ada juga kendaraan berbahan bakar biofuel yang akan dapat insentif.

Oktober 2012: Miroslav Krstic dan Scott Moura menemukan algoritma baru untuk baterai Lithium-Ion sehingga ukuran baterai bisa dipangkas menjadi 25% dan lama pengisian menjadi 50% lebih cepat.

2014: Pemerintah Indonesia menyiapkan dana Rp100 miliar untuk mewujudkan mobnas (mobil nasional) listrik pada tahun 2014 dengan melibatkan empat universitas yakni UI, ITB, UGM, dan ITS. Kutipan tersebut di ambil dari situs : http://motorlistrik-sepeda.blogspot.co.id

Tidak ada komentar