PEMBERITAHUAN: Mohon Maaf, jika anda mengunjungi website kami dari Google dan anda diarahkan ke halaman utama [home], dan tidak menemukan informasi yang anda cari, TENANG, tulisan yang anda cari ada di website kami. 
Silahkan ketik menggunakan kata kunci di penelusuran website kami [pojok kanan atas]. Kami barusaja melakukan perubahan link saja untuk lebih baik lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamananya, Salam Gowes! :-)

Pendiri SwiftKey Gagal Kaya Karena Tukar Saham dengan Sepeda

Pendiri SwiftKey Gagal Kaya Karena Tukar Saham dengan Sepeda


iewSepeda.com | Pendiri SwiftKey Gagal Kaya Karena Tukar Saham dengan Sepeda | Ada satu orang yang sangat menyesal setelah Microsoft mengakusisi SwiftKey. Yaitu seseorang bernama Chris Hill-Scott, seorang desainer situs pemerintah.

Hill-Scott, bersama Jon Reynolds dan BenMedlock adalah pendiri SwiftKey pada tahun 2008. Kemudian mereka mendirikan perusahaan TouchType Ltd yang menjadi 'orang tua' SwiftKey, dan Hill-Scott dijadikan direktur di perusahaan tersebut.

Namun Ia mengundurkan diri tiga bulan kemudian, dengan alasan tak tahan dengan jam kerja yang terlalu panjang dan pendapatan yang tak pasti. Kedua temannya pun, Reynolds dan Medlock, mengambil alih saham Hill-Scott dan menukarnya dengan sebuah sepeda.

Hill-Scott kemudian melanjutkan karirnya sebagai seorang desainer dan fotografer. Sementara Reynolds dan Medlock melanjutkan pengembangan SwiftKey, dan merilis aplikasi versi pertamanya di Android pada Juli 2010.

SwiftKey terus berkembang, sampai kini mempunyai lebih dari 160 orang pegawai, yang tersebar di tiga kantornya di Southwark, San Francisco serta Seoul, Korea Selatan. SwiftKey pun bekerja sama dengan Samsung untuk menyuplai keyboard di ponsel Galaxy buatan Samsung.

Sampai akhirnya Microsoft mengakuisisi SwiftKey dengan nilai yang cukup wah, yaitu USD 250 juta. Dari akuisisi itu Medlock dan Reynolds masing-masing mendapat bagian USD 36 juta, sementara Hill-Scott pun cuma gigit jari.

Melalui akun Twitternya, pria berusia 29 tahun itu menyebut bahwa itu adalah 'kesalahan terbesar yang pernah saya buat', sebelum akhirnya mengunci akun media sosialnya itu, demikian dikutip detikINET dari  DailyMail.

Tidak ada komentar