PEMBERITAHUAN: Mohon Maaf, jika anda mengunjungi website kami dari Google dan anda diarahkan ke halaman utama [home], dan tidak menemukan informasi yang anda cari, TENANG, tulisan yang anda cari ada di website kami. 
Silahkan ketik menggunakan kata kunci di penelusuran website kami [pojok kanan atas]. Kami barusaja melakukan perubahan link saja untuk lebih baik lagi.
Mohon maaf atas ketidaknyamananya, Salam Gowes! :-)

Ketika Bersepeda Ke Sekolah Perlahan di Tinggalkan Oleh Para Siswa


Ketika Bersepeda Ke Sekolah Perlahan di Tinggalkan Oleh Para Siswa


Reviewsepeda.com | Ketika Bersepeda Ke Sekolah Perlahan di Tinggalkan Oleh Para Siswa | Pada pertengahan tahun 2008, kami telah lulus SD di sebuah sekolah dasar negeri di sekitar tempat tinggal kami. Selama kami bersekolah, ada yang berangkat berjalan kaki, banyak pula yang mengendarai sepeda. Jarang sekali yang diantarkan orangtua maupun naik angkutan umum.
Nah, kebiasaan bersepeda di sekolah berlanjut sampai di tingkat SMP, meskipun tidak banyak antara alumni SD kami yang meneruskan mengendarai sepeda di sekolah. Ada teman saya yang awalnya naik sepeda ke sekolah, namun kemudian beralih ke angkutan umum. Banyak juga teman-teman SMP saya yang masih setia dengan bersepeda ke sekolah. Semua ini tergantung selera.
Namun, perlahan tapi pasti, kebiasaan bersepeda perlahan ditinggalkan. Banyak anak SMP yang beralih mengendarai sepeda motor, kemudian diparkir di salah satu rumah warga dekat sekolah. Seperti itulah yang dilakukan sebagian teman-teman kami. Padahal, sepeda motor tidak boleh masuk ke lingkungan sekolah, inilah yang membuat mereka beralasan untuk memakirkan sepeda motor di rumah tetangga seperti yang saya jelaskan tadi. Sedangkan sepeda, bisa masuk di lingkungan sekolah, bahkan sudah ada tempat parkirnya tersendiri.
Ya, saat ini ketika saya berjalan dari rumah karena ada keperluan, saya melihat anak SMP sudah berani-beraninya naik motor ke sekolah, padahal di bawah umur. Saya juga melihat anak SD sudah tidak lagi naik sepeda ke sekolah dan naik angkutan umum, padahal jarak dari rumah ke sekolah sih tidak terlalu jauh, hanya satu kiloan. Ada sih yang setia bersepeda ke sekolah, ya meskipun tidak sebanyak dulu.

Apa pertanda budaya bersepeda pada siswa SD dan SMP sudah memudar ya....?



Perkembangan zaman, menggeser budaya bersepeda pada kalangan pelajar
Seperti berpacaran yang perlahan menyebar sampai ke kalangan siswa SMP, bersepeda motor juga begitu. Bahkan siswa SD sudah lebih memilih menggunakan angkutan umum.


Ada beberapa alasan mengapa mereka meninggalkan bersepeda ke sekolah:



Pertama


Karena ingin cepat sampai ke sekolah Sudah jelas, Indonesia terkenal dengan budaya jam karetnya. Mereka rata-rata datangnya lebih siang, kecuali ya kalau ada tugas seperti piket. Untuk mempersingkat waktu perjalanan, mereka menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Jika menggunakan sepeda,maka kecepatan yang ditempuh tidak secepat sepeda motor.

Kedua


Bersepeda itu membuat mereka cepat lelah Wooooi....! siapa bilang mengatakan begitu! Mereka yang bilang bersepeda itu capek karena mereka kurang memahami pentingnya bersepeda, dan belum terbiasa melakukannya. Jika sudah terbiasa bersepeda, maka bersepeda kemanapun tidak lagi menjadi beban yang melelahkan. Memang sih bersepeda menguras lebih banyak energi, namun ketika mereka merasakan manfaat dari bersepeda tersebut, maka kelelahan tidak terlalu dirasakan, malah bersepeda bisa dijadikan olahraga alternatif bagi yang tidak sempat melakukannya, iya gak?

Ketiga


membawa sepeda motor ke sekolah, merupakan gengsi Ya, terutama siswa-siswi SMP. Karena membawa sepeda motor ke sekolah, bagi sebagian mereka, sudah menunjukkan bahwa mereka itu sudah merasa dewasa. Memang wajar sih, masa-masa SMP itu masa peralihan dari masa anak-anak menjadi remaja. Tapi, karena usianya masih dibawah umur, alangkah baiknya untuk menahan diri untuk mengendarai motor ke sekolah, apalagi bagi yang berdomisili di daerah yang kedisiplinannya tinggi. Kan rugi kalau seandainya siswa SMP mengendarai motor terus ditilang, uang jajan habis, bahkan masa belajarnya bisa dihabiskan di penjara. Sayang ‘kan?
Membudayakan mengendarai sepeda di sekolah, perlu pembiasaan, juga fasilitas yang memadai!


Ubah mindset. Sugesti dan anggapan bahwa bersepeda itu capek, harus segera diubah. Karena jika tidak, setiap mereka diajak bersepeda ke sekolah, pasti tidak nyaman. Untuk mengubah mindset, harus melalui motivasi, dan sugesti positif bahwa kegiatan bersepeda di sekolah itu menyenangkan. Bisa juga melalui sosialisasi pentingnya bersepeda yang diadakan oleh pihak terkait, atau dapat disisipkan pada mata pelajaran Penjaskes oleh guru Olahraga yang suka bersepeda saat tidak diadakan di luar ruangan karena keadaan tertentu. Dengan demikian, mereka perlahan-lahan akan beralih mengendarai sepeda ke sekolah, bukan?
Lengkapi dengan jalan khusus bersepeda. Dengan demikian, pelajar bisa bersepeda dengan aman dan nyaman. Itulah yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah di kota kecil maupun kota besar. Selain terhindar dari kemacetan, pencemaran di kota bisa dikurangi, ‘kan?
Dalam hal ini, sebaiknya pemerintah kota kecil maupun kota besar harus belajar dari negara lain yang lebih ramah bersepeda. Jepang misalnya, dimana di daerah perkotaan sudah menyediakan jalan khusus sepeda. Pantas saja warganya bisa bersepeda dengan aman tanpa gangguan dari kendaraan lainnya.
Dalam hal ini, sebaiknya pemerintah kota kecil maupun kota besar harus belajar dari negara lain yang lebih ramah bersepeda. Jepang misalnya, dimana di daerah perkotaan sudah menyediakan jalan khusus sepeda. Pantas saja warganya bisa bersepeda dengan aman tanpa gangguan dari kendaraan lainnya.
Namun, kalau di jalanan raya di desa? Memang harus dipikirkan ulang oleh pemerintah terkait, tergantung masih banyak atau tidaknya masyarakat setempat mengendarai sepeda. Atau, jika mau bersepeda yang lebih nyaman lagi, kan bisa memanfaatkan jalan kampung, baik jalan tanah dan berbatu maupun telah dilapisi aspal, sebagai jalan untuk bersepeda, asalkan sudah hapal rutenya untuk berangkat sampai tujuan, termasuk ke sekolah, bukan? Jika terpaksa mengendarai sepeda melewati jalan raya, usahakan mengendarainya di pinggir jalan raya yang aman dan tetaplah berhati-hati.


Biasakan mengendarai bersepeda di sekolah setiap hari. Bagi yang jarak rumah ke sekolah antara 1-3 km, sebaiknya tinggalkan dulu naik sepeda motor dan angkutan umumnya, lebih baik ganti dengan sepeda dan biasakan. Caranya bagaimana? Ya latihan bersepeda dari jarak dekat, kalau sudah biasa, bisa dilanjutkan ke jarak menengah, sampai jarak jauh. Bisa juga dengan latihan mengendarai sepeda dari rumah ke sekolah, niscaya dengan pembiasaan tersebut, ketika ada larangan membawa kendaraan bermotor di sekolah, para siswa sudah tidak kaget saat akan beralih menggunakan sepeda ke sekolah, ‘kan? Jangan lupa ya, atur waktu berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dan usahakan berangkat lebih pagi, agar terhindar dari keterlambatan.

Sumber : kompasiana.com
















Tidak ada komentar